Sebelum melakukan konfiguarsi, kita wajib mengetahui interface jaringanya dahulu yang tertanam secara fisik atau virtual pada Debian.
PENTING: Gunakan Terminal dan Masuk sebagai Sudo untuk seluruh proses penyuntingan, karena konfigurasi sistem wajib dilakukan dengan hak akses administrator penuh.
1. Melihat Interface Jaringan :
'ip link show'.
2. Konfigurasi Alamat IP dan Gateway :
- A. Buka berkas konfigurasi menggunakan editor teks:
'sudo nano /etc/network/interfaces'
- B. Tambahkan atau ubah baris konfigurasi berdasarkan nama perangkat yang ditemukan pada Tahap A (asumsi nama perangkat adalah enp0s3 ):
auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
address 192.168.1.50
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1
# Konfigurasi Interface enp0s3 secara DHCP
auto enp0s3
iface enp0s3 inet dhcp
Simpan perubahan dengan menekan tombol Ctrl + O , lalu enter, dan keluar dengan Ctrl + X .
3. Konfigurasi Domain Name System (DNS)
Agar sistem Debian dapat menerjemahkan nama domain (seperti google.com) menjadi alamat IP, berkas
resolver DNS harus dikonfigurasi secara manual.
Agar sistem Debian dapat menerjemahkan nama domain (seperti google.com) menjadi alamat IP, berkas
resolver DNS harus dikonfigurasi secara manual.
- A. Buka berkas resolver DNS berikut:
sudo nano /etc/resolv.conf
- B. Masukkan baris alamat DNS server (bisa menggunakan DNS Google atau Cloudflare sebagai IP upstream):
#/etc/resolv.confnameserver 8.8.8.8nameserver 1.1.1.1
Simpan berkas tersebut. Berkas ini akan langsung aktif begitu disimpan tanpa perlu melakukan restart service.
4. Tahap Aktivasi dan Restart Layanan Jaringan
- A. Restart Layanan Networking via Systemd
sudo systemctl restart networking
- B. Alternatif. Re-up Interface Secara Spesifik
sudo ifdown enp0s3 && sudo ifup enp0s3
5. Tahap Verifikasi dan Pengujian (Testing)
Gunakan tabel di bawah ini untuk memastikan seluruh elemen jaringan telah dikonfigurasi dengan sempurna:

